![]() |
| Tercatat ada 112 orang yang menunjukkan gejala keracunan, 99 orang di antaranya adalah siswa SMPN 1 Umbulsari Jember, 4 Februari 2026. |
JEMBER, SergapNews.my.id – Pemerintah Kabupaten Jember melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dan guru SMP Negeri 1 Umbulsari setelah mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya kelalaian dalam pengelolaan makanan. Pemkab, kata dia, memiliki kewenangan untuk merekomendasikan pencabutan izin operasional penyedia layanan apabila standar pelayanan tidak dipenuhi.
“Jika terbukti ada kelalaian, tentu akan kami tindak sesuai aturan. Kami ingin program ini dikelola secara profesional dan mengutamakan keselamatan siswa,” ujar Fawait, Jumat (6/2/2026).
Data sementara mencatat sebanyak 112 orang mengalami gejala gangguan kesehatan, terdiri dari 99 siswa dan selebihnya guru serta staf. Keluhan muncul sejak Rabu (4/2/2026) malam hingga Kamis (5/2/2026), berupa mual, muntah, dan diare, tak lama setelah menyantap makanan MBG.
Pejabat Sekretaris Daerah Jember Akhmad Helmi Luqman mengatakan, hasil inspeksi menemukan adanya dugaan ketidaksesuaian prosedur operasional, termasuk belum dilaksanakannya pengambilan sampel makanan sebagai bagian dari pengawasan mutu. Saat ini, sampel makanan tengah diperiksa di laboratorium.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Jember menghentikan sementara distribusi MBG di sekolah tersebut selama sepekan untuk proses evaluasi. Pemerintah juga memberikan peringatan tertulis kepada penyedia layanan dan menegaskan komitmen untuk memperketat pengawasan agar pelaksanaan program tetap aman dan memberikan manfaat bagi siswa.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar