![]() |
| Foto : BMKG |
Meski gempa tidak menimbulkan korban jiwa, guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah selatan Pulau Jawa dan menyebabkan kerusakan bangunan, mulai dari ringan hingga berat.
Berdasarkan laporan yang dihimpun BMKG, satu rumah di Kabupaten Pacitan dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga ambruk. Sementara itu, sebagian besar kerusakan justru terjadi di luar Jawa Timur.
Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, satu rumah mengalami kerusakan ringan berupa genteng rontok. Kerusakan serupa juga dilaporkan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Kabupaten Bantul, tiga rumah warga mengalami kerusakan ringan dengan kondisi dinding retak serta plafon ambrol. Sementara di Kabupaten Sleman, satu rumah mengalami kerusakan ringan akibat genteng rontok.
BMKG menyebut bahwa data kerusakan yang ada saat ini bersifat sementara dan masih dapat bertambah seiring pendataan lanjutan oleh pemerintah daerah serta instansi terkait.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa Pacitan berpusat di laut pada koordinat 8,98° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur, atau sekitar 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan. Episentrum gempa berada pada kedalaman 58 kilometer dan dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di selatan Pulau Jawa.
“Gempabumi ini dirasakan di daerah Bantul, Sleman, dan Pacitan dengan skala intensitas IV MMI, di mana getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah,” ujar Daryono dalam keterangan pers, Jumat (6/2/2026).
Data pendataan kerusakan dan dampak gempa masih terus diperbarui oleh otoritas setempat.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar