SergapNews.my.id | Konten siniar milik Deddy Corbuzier kembali menjadi perhatian publik setelah potongan video yang menampilkan komika Indra Frimawan dan selebgram Fajar Sadboy viral di media sosial pada 6 Februari 2026. Cuplikan tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan warganet karena dinilai mengandung tindakan yang tidak pantas.
Dalam tayangan itu, insiden bermula ketika Fajar Sadboy melontarkan pertanyaan kepada Deddy Corbuzier yang dianggap tidak nyambung dengan topik pembahasan. Situasi kemudian berubah ketika Indra Frimawan, dalam suasana bercanda, meludahi Fajar sebanyak dua kali. Meski terjadi dalam konteks humor, potongan video yang beredar luas memicu persepsi berbeda di tengah publik.
Fajar terlihat terkejut atas aksi tersebut dan sempat menunjukkan reaksi hendak membalas, namun situasi dapat segera dikendalikan. Cuplikan inilah yang kemudian ramai diperbincangkan dan menuai kritik.
Merespons polemik yang berkembang, Indra Frimawan yang dikenal sebagai juara ketiga ajang Stand Up Comedy Indonesia musim kelima, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka pada 15 Februari 2026 melalui akun media sosial pribadinya. Ia mengakui tindakannya berlebihan dan tidak seharusnya dilakukan.
Sementara itu, Fajar Sadboy menanggapi insiden tersebut dengan sikap santai. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang persoalan dan memilih menyikapinya secara dewasa. Keduanya bahkan kembali tampil bersama dalam konten lanjutan di kanal Deddy Corbuzier, termasuk momen yang disebut-sebut sebagai “balasan” pada menit ke-29, yang kembali menyita perhatian warganet.
Di ruang digital, reaksi publik terbelah. Sebagian besar mengecam tindakan Indra Frimawan dan menyerukan boikot terhadap karyanya, sementara sebagian lainnya menilai insiden tersebut terjadi dalam konteks hiburan yang tidak perlu dibesar-besarkan. Adapun Fajar Sadboy justru mendapat banyak simpati atas responsnya yang dinilai tenang dan tidak emosional.
Hingga kini, kontroversi tersebut masih menjadi bahan diskusi di berbagai platform media sosial, sekaligus memunculkan perdebatan mengenai batas candaan dalam konten hiburan digital serta etika dalam berinteraksi di ruang publik.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar