-->
  • Jelajahi

    Copyright © SERGAP NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates
    SERGAP NEWS MERUPAKAN MEDIA ONLINE YANG HADIR SEBAGAI PLATFORM INFORMASI PUBLIK YANG MENGEDEPANKAN AKURASI, KEBERIMBANGAN, DAN INDEPENDENSI DALAM SETIAP KARYA JURNALISTIK.

    Iklan atas

    Mengenang Abah Anom Suryalaya, Mursyid TQN yang Jadikan Dzikir sebagai Jalan Transformasi Umat

    Admin
    , Februari 11, 2026 WIB
    #
    masukkan script iklan disini
    Syech Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) 


    Sosok KH Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin atau Abah Anom tetap dikenang sebagai salah satu ulama kharismatik Indonesia yang memberi pengaruh besar dalam pengembangan dakwah tasawuf dan pembinaan sosial keagamaan. Mursyid Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya ini dikenal luas sebagai pembimbing ruhani sekaligus pelopor rehabilitasi berbasis spiritual.


    Abah Anom lahir pada 1915 dan merupakan putra dari pendiri Pesantren Suryalaya, Syekh Abdullah Mubarok atau Abah Sepuh. Ia melanjutkan estafet kepemimpinan pesantren dan tarekat, serta membawa Suryalaya berkembang menjadi pusat dzikir, pendidikan akhlak, dan pembinaan keagamaan yang disegani di tingkat nasional maupun internasional.


    Di bawah kepemimpinannya, pendekatan tasawuf tidak hanya berhenti pada ritual ibadah, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata. Abah Anom menerapkan konsep sufisme transformatif atau ekosufisme dengan mengintegrasikan nilai spiritual ke dalam kepedulian sosial dan lingkungan. Sejumlah program seperti penghijauan, pengelolaan air, hingga pembangunan bendungan dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

    Kepedulian terhadap generasi muda juga menjadi perhatian utama. Melalui pesantren, Abah Anom menggagas program rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba dengan pendekatan dzikir, pembinaan mental, dan pendampingan keagamaan. Program tersebut dinilai efektif dan telah membantu ribuan orang pulih serta kembali menjalani kehidupan produktif.


    Selain dikenal sebagai pendidik, Abah Anom juga dihormati sebagai sosok waliyullah yang memiliki karamah dan kharisma kuat. Kesederhanaan hidup, kelembutan sikap, serta keteduhan nasihatnya membuat banyak kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga tokoh nasional, datang untuk menimba ilmu dan memohon doa.


    Abah Anom wafat pada 5 September 2011 atau 6 Syawal 1432 Hijriah dalam usia 99 tahun. Ia dimakamkan di kawasan puncak Suryalaya, berdampingan dengan makam sang ayah. Meski telah berpulang, ajaran zikrullah dan tasawuf yang diwariskannya terus diamalkan oleh jutaan ikhwan TQN yang tersebar di berbagai daerah.


    Hingga kini, Pesantren Suryalaya tetap menjadi pusat pembinaan spiritual dan sosial. Nama Abah Anom pun terus dikenang sebagai guru besar yang menanamkan nilai bahwa dzikir, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama adalah kunci membangun kehidupan yang lebih bermakna. *Syarif*

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA LAINNYA

    +