![]() |
| Gambar ilustrasi |
TUBAN, Sergapnews.my.id | Distribusi susu kedelai dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Rengel 1, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual setelah mengonsumsi susu kedelai yang diduga dalam kondisi basi pada Kamis lalu.
Keluhan bermula saat beberapa siswa mencium aroma asam dan mendapati tekstur susu berbusa serta tidak segar. Informasi tersebut kemudian viral di media sosial setelah orang tua siswa menyampaikan keberatan dan menolak distribusi lanjutan produk serupa.
Kepala SDN Rengel 1 membenarkan adanya laporan dari siswa terkait kondisi susu kedelai tersebut. Pihak sekolah segera menghentikan konsumsi produk yang dikeluhkan dan berkoordinasi dengan penyedia program.
Sementara itu, Nurul selaku perwakilan dari SPPG Baktya Graha mengakui adanya permasalahan pada distribusi hari itu. Ia menduga faktor penyimpanan atau proses transportasi menjadi penyebab perubahan kualitas susu sebelum sampai ke tangan siswa.
Menanggapi kejadian tersebut, Dandim setempat menyatakan akan mengumpulkan seluruh kepala SPPG untuk melakukan evaluasi darurat guna mencegah kejadian serupa terulang. Evaluasi difokuskan pada pengawasan rantai pasok, standar penyimpanan, serta kualitas produk sebelum didistribusikan ke sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Tuban belum memberikan pernyataan resmi. Namun, berdasarkan pola penanganan kasus sebelumnya, Dispendik diperkirakan akan segera memanggil pihak sekolah untuk klarifikasi serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban guna melakukan pemeriksaan terhadap siswa yang sempat mengonsumsi susu tersebut.
Orang tua siswa mendesak agar dilakukan uji laboratorium independen terhadap sampel susu kedelai guna memastikan keamanan konsumsi. Mereka juga meminta audit menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Tuban, termasuk pengawasan kualitas mitra penyedia.
Kasus ini menambah daftar evaluasi pelaksanaan MBG di Kabupaten Tuban, menyusul keluhan sebelumnya terkait porsi gizi dan kualitas bahan makanan. Para orang tua berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dan preventif demi menjamin keamanan pangan bagi siswa sekolah dasar.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar