-->
  • Jelajahi

    Copyright © SERGAP NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates
    SERGAP NEWS MERUPAKAN MEDIA ONLINE YANG HADIR SEBAGAI PLATFORM INFORMASI PUBLIK YANG MENGEDEPANKAN AKURASI, KEBERIMBANGAN, DAN INDEPENDENSI DALAM SETIAP KARYA JURNALISTIK.

    Iklan atas

    JK Soroti Kontradiksi Board of Peace setelah Serangan AS dan Israel ke Iran

    Admin
    , Maret 08, 2026 WIB
    #
    masukkan script iklan disini
    Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) saat jumpa pers, di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

    JAKARTASergapNews.my.id | Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mengkritisi gagasan awal pembentukan Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran.


    Menurut Jusuf Kalla, secara konsep pembentukan BoP merupakan ide yang baik karena bertujuan menciptakan perdamaian dunia. Ia menilai setiap upaya yang diarahkan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian internasional patut diapresiasi.


    “Cuma kita harus melihat praktiknya bagaimana. Jangan kita baru bikin BoP, tapi baru satu minggu sudah menyerang, berperang dengan negara lain,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan di kediamannya di Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).


    Ia menilai kondisi tersebut membuat tujuan awal pembentukan BoP menjadi kontradiktif dengan realitas di lapangan. Karena itu, keberadaan organisasi tersebut dinilai perlu mendapat evaluasi.


    “Jadi penting apabila menjalankan misinya sesuai dengan tujuan awalnya. Tapi kalau kenyataannya tidak demikian, tentu perlu ada koreksi terhadap BoP itu,” ujarnya.


    Saat ditanya apakah Indonesia sebaiknya keluar dari organisasi tersebut sebagai bentuk koreksi, Jusuf Kalla menilai pemerintah tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan. Menurutnya, Indonesia masih perlu melihat perkembangan dan langkah yang akan diambil BoP dalam beberapa bulan ke depan.


    Ia menambahkan, salah satu ujian penting bagi BoP adalah kemampuannya mendorong terciptanya perdamaian di Palestina. Jika organisasi tersebut mampu mendorong pengakuan terhadap Palestina dan menciptakan perdamaian, Indonesia masih dapat memberikan dukungan.


    Namun, jika upaya tersebut tidak terwujud dan BoP dinilai hanya berpihak kepada Israel, Jusuf Kalla menilai Indonesia tidak memiliki alasan kuat untuk tetap berada dalam organisasi tersebut. “Kalau tidak, hanya mendukung Israel, ya buat apa,” kata dia.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA LAINNYA

    +