-->
  • Jelajahi

    Copyright © SERGAP NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates
    SERGAP NEWS MERUPAKAN MEDIA ONLINE YANG HADIR SEBAGAI PLATFORM INFORMASI PUBLIK YANG MENGEDEPANKAN AKURASI, KEBERIMBANGAN, DAN INDEPENDENSI DALAM SETIAP KARYA JURNALISTIK.

    Iklan atas

    Pemuda Asal Nganjuk Tewas Tenggelam Saat Memancing di Bendungan Semantok

    Admin
    , Februari 11, 2026 WIB
    #
    masukkan script iklan disini
    DTS (20), warga Dusun Gaeng, Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, tewas tenggelam saat mancing di Bendungan Semantok, Selasa, 10 Februari 2026. 

     Nganjuk, SergapNews.my.id – Seorang pemuda berinisial DTS (20), warga Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tewas tenggelam saat memancing di Bendungan Semantok, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Selasa (10/2/2026) pagi.


    Korban diketahui berangkat memancing bersama dua rekannya sejak dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Mereka memancing dari tepi bendungan dengan cara melempar umpan ke perairan.


    Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadhi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, aktivitas memancing dimulai sekitar pukul 05.30 WIB sebelum insiden terjadi dua jam kemudian.


    “Sekitar pukul 07.00 WIB, kail milik korban tersangkut tumbuhan di dalam bendungan. Korban kemudian melepas kaus dan masuk ke air untuk melepaskan umpan yang tersangkut,” ujar Fajar kepada wartawan.


    Namun nahas, korban diketahui tidak bisa berenang, sementara kedalaman air bendungan diperkirakan mencapai lima meter. Dalam kondisi panik, korban akhirnya tenggelam. Ia sempat berteriak meminta pertolongan kepada kedua rekannya.


    Salah satu rekan sempat mencoba menolong dengan masuk ke air, tetapi upaya tersebut gagal karena korban panik dan menarik tubuh penolong hingga mengalami kram. “Saksi terpaksa melepaskan korban dan kembali ke tepi untuk menyelamatkan diri,” jelas Fajar.


    Setelah kondisinya membaik, saksi kembali masuk ke air. Tak lama kemudian korban muncul ke permukaan dan langsung dibawa ke tepi bendungan bersama rekan lainnya serta warga sekitar. Korban kemudian dievakuasi, namun nyawanya tidak tertolong.


    Peristiwa tersebut dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas serta Polsek Rejoso. Petugas Inafis Polres Nganjuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi, sementara pemeriksaan jenazah dilakukan tenaga medis Puskesmas Rejoso.


    “Hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal murni karena kecelakaan tenggelam,” kata Fajar.


    Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA LAINNYA

    +