-->
  • Jelajahi

    Copyright © SERGAP NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates
    SERGAP NEWS MERUPAKAN MEDIA ONLINE YANG HADIR SEBAGAI PLATFORM INFORMASI PUBLIK YANG MENGEDEPANKAN AKURASI, KEBERIMBANGAN, DAN INDEPENDENSI DALAM SETIAP KARYA JURNALISTIK.

    Iklan atas

    Kapolri Dorong Silat Tjimande dan Debus Banten Dikembangkan Jadi Potensi Ekonomi

    , September 19, 2026 WIB
    #
    masukkan script iklan disini


    BANTEN, Pencak silat Tjimande dan seni budaya debus dinilai memiliki potensi lebih dari sekadar warisan tradisi. Dua kesenian yang lekat dengan identitas Banten itu didorong untuk dikembangkan sehingga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah.


    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peresmian Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI), Jumat (18/9/2026).


    Menurut Sigit, kekayaan budaya Banten perlu dikelola secara serius agar tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga mampu diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.


    “Ini menjadi sumber kekuatan yang tentunya apabila kita kelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya saja, tetapi ini juga bisa kemudian kita kembangkan untuk menjadi budaya yang bisa kita perkenalkan dan menjadi salah satu sumber devisa bagi wilayah, bagi provinsi, bagi kabupaten, bagi kecamatan, dan juga bagi desa-desa yang ada,” ujar Sigit.


    Dorongan tersebut sekaligus menempatkan pelestarian budaya sebagai bagian dari upaya membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal.


    Sigit juga menyoroti pentingnya keberadaan tempat pembinaan seni silat di berbagai wilayah Banten. Ia mendorong agar padepokan atau balai latihan serupa dapat dibangun di setiap kabupaten.


    “Jadi saya minta nanti di setiap kabupaten didirikan hal seperti ini sehingga kemudian semua budaya yang ada di Banten bisa dijaga, dilatih, dan dilestarikan,” katanya.


    Bagi Sigit, pesanggrahan tidak semestinya hanya berfungsi sebagai tempat latihan bela diri. Tempat tersebut juga dapat menjadi ruang berkumpul, berdiskusi, belajar, sekaligus membangun kebersamaan masyarakat.


    Karena itu, Balai Latihan Seni Silat PTBI diharapkan tidak hanya digunakan oleh satu perguruan. Tempat tersebut juga didorong agar dapat dimanfaatkan oleh perguruan silat lain maupun masyarakat untuk berbagai kegiatan seni dan budaya.


    Di sisi lain, pengembangan pencak silat dan debus tetap perlu berjalan bersama dengan upaya menjaga nilai-nilai yang melekat pada tradisi tersebut. Para pesilat dan jawara diharapkan tetap memegang nilai keberanian, kebersamaan, perlindungan terhadap masyarakat, serta semangat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.


    Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, pencak silat Tjimande dan debus diharapkan tidak hanya menjadi simbol identitas budaya Banten, tetapi juga memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang dan memberikan manfaat sosial maupun ekonomi bagi masyarakat.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA LAINNYA

    +